cerita pendekku

diriku

diriku

Setiap waktu yang berputar akan selalu berharga bagi siapa pun yang masih bernafas. Mereka akan mengerjar waktu itu agar waktu tidak membuatnya frustasi. Hal ini juga lah yang berlaku untukku. Bagaimana tidak diusiaku yang ke 25 tahun ini masih banyak waktu yang kubuang begitu saja, entah karena memikirkan 1 hal ataupun membuat rencana – rencana yang terkadang belum bisa terwujud. Namaku Septia itu bukan nama yang sebenarnya, meskipun aku menyukai nama itu. Aku lahir di keluarga menengah kebawah, tetapi semangat ayahku untuk membuat anak – anaknya berhasil patut untuk diacungi jempol. Mereka tidak mengeluh karna harta mereka habis untuk anak- anaknya. Semua itu hanya untuk anak kata ayahku.Ya, itulah ayahku. Sehingga aku bisa berdiri, sebenarnya aku belum bisa berdiri sepenuhnya, butuh waktu untuk beberapa tahun kedepan agar aku berdiri. Terlepas dari semua itu, aku ingin menikmati kehidupanku sendiri tanpa terusik sebuah komentar dari masyarakat.Bahkan ejekan dari mereka terkadang aku pikirkan namun apa peduliku terhadap omongan mereka. Usia 25 bukanlah usia muda lagi, aku benar – benar frustasi dengan semua itu. Kau tahu di usia segini teman – temanmu bahkan sahabatmu telah menikah, atau memiliki anak bahkan ada juga yang berkutat pada karir atau pendidikan masternya bahkan pendidikan doktornya. Dan disini saya berkutat pada sebuah blog heheeeee ^_^. Tapi setidaknya bisa menghiburku dikala aku sedih atau bosan karena rutinitasku.Mungkin itu saja dulu cerita yang membosankan ini. Terima kasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s